Belawan – Kesucian bulan ramadhan yang seharusnya diisi dengan ibadah dan kekhusyukan justru dinodai oleh praktik perjudian yang terang terangan. Arena judi sabung ayam di kawasan Gang Bunga, Pasar 4 Marelan, dilaporkan tetap beroperasi bebas tanpa tersentuh hukum, bahkan di tengah bulan puasa. Hal ini menjadi alasan masyarakat meyakini bahwa Polres Pelabuhan Belawan sengaja melindungi dan memelihara perjudian milik Wan alias Di tersebur, Rabu (18/3/2026).
Praktik perjudian ini diketahui memiliki jadwal rutin, yakni beroperasi penuh setiap hari Sabtu dan Minggu. Hal ini menunjukkan adanya pengorganisasian yang rapi dan rasa kebal hukum dari pihak pengelola. Kehadiran kerumunan penjudi di akhir pekan ini tentu saja mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar, terlebih di bulan suci ramadhan.
“Sangat ironis melihat aktivitas ilegal yang meresahkan ini justru dibiarkan bebas beroperasi di bulan ramadhan. kami masyarakat tentu mempertanyakan fungsi pengawasan dan penindakan dari pihak Polres Pelabahuan Belawan apa memang menerima upeti atau uang stabil sehingga memelihara perjudian tanpa melihat efek samping bagi warga sekitar” ucap warga saat dimintai keterangan, Minggu (15/3/2026).
Bebasnya arena judi sabung ayam milik Wan alias Di ini memunculkan pertanyaan tajam di tengah masyarakat,dimana aparat penegak hukum?, sulit diterima nalar jika aktivitas perjudian berskala besar yang mengundang kerumunan rutin di Pasar 4 Marelan ini tidak terendus oleh pihak kepolisian setempat. Pembiaran terhadap arena sabung ayam ini tidak hanya mencoreng wibawa institusi penegak hukum, tetapi juga melukai perasaan umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Masyarakat mendesak aparat kepolisian, baik Polsek setempat maupun Polrestabes, untuk segera turun tangan membongkar dan menutup permanen arena judi di Gang Bunga tersebut. Tindakan tegas tanpa pandang bulu harus segera diambil terhadap Wan alias Di beserta seluruh pihak yang membekingi aktivitas ilegal ini.
“Jika aparat terus diam, wajar jika publik berasumsi ada kongkalikong antara pengelola judi dan oknum penegak hukum di wilayah tersebut. Hukum harus ditegakkan, dan kesucian bulan Ramadhan harus dihormati” tegas warga.
Kapolres Pelabuhan Belawan melalui Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol. Dedy Dharma sampai berita ini terbit hanya bubgkam saat dikonfirmasi.





