Siantar – Sejak dilantik menjabat Walikota, Wesly Silalahi tidak menunjukkan keseriusanya untuk memajukan Kota Pematangsiantar. Banyak program kerja yang disinyalir hanya omon omon belaka, seperti program pembangunan Stadion Sangnaualuh yang tidak ada kejelasanya.
Bukanya hanya terkait program kerja, bahkan Wesly Silalahi malah memberikan kuasa penuh kepada satu kelompok yang saat ini membentuk satu lingkaran untuk mengumpulkan kewajiban (kw.red) proyek hingga 16 persen dari pagu anggaran kegiatan.
Untuk menghidari komplik kepentingan, Wesly Silalahi sudah seharusnya membubarkan tim pemenangan saat dirinya dilantik tetapi malah memberikan ruang penuh kepada tim yang merasa berjasa atas kemenanganya, sehingga banyak program tidak untuk kepentingan masyarakat melainkan kepentingan oknum maupun kepentingan kelompok tim.
Belakangan, Wesly Silalahi tidak berani membubarkan tim disebabkan dugaan adanya bukti tranferan ke rekening pribadinya dan juga beredar informasi adanya video yang terjadi dirumah dinas yang dijadikan kelompok untuk menekan bahkan mengancam Walikota supaya tetap berada dibawah koridor permainan atau konsepan lingkaran tersebut.
Piawainya kelompok sebut saja Lingkaran RSILNJSMH ini menempatkan beberapa orang orangnya menduduki jabatan strategis di Pemerintahan Kota Pematangsiantar, seperti halnya dikukuhkanya kembali Sekda Junaedy Sitanggang sehingga untuk mencatur segala permainan internal lingkatan ini memberikan kuasa kepada Sekda dan Walikota dijadikan bak boneka seremonial saja. Bahkan Junaedy leluasa dalam hal penempatan jabatan dengan tidak peduli atas penilaian kinerja tetapi adanya dikotomi antara lulusan yang dimainkan atau perbedaan singnifikan penempatan lulusan STPDN dengan PT umum tidak berdasarkan the Right Man of the Right Place.
Bukanya hanya pencaturan pejabat, bukan juga hanya penetapan kw proyek 16 persen yang langsung disetorkan ke Lingkaran RSILNJSMH, malah Walikota Pematangsiantar telah semakin terperangkap dalam lembah konsepan Lingkaran RSILNJSMH atas pembelian aset yang harganya belinya tidak sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efesiansi Belanja dalam Pelaksanaan APBN dan APBD.
Informasi tentang bukti transferan dan video tersebut belum diketahui kebenaranya, karena sampai berita ini terbit, Wesly Silalahi dikonfirmasi melalui pesan whatsapp dinomor 0811 151 xxx tidak bersedia memberikan jawaban.
Sampai berita ini terbit, tim Indigonews tetap berupa mencari kebenaran terkait bukti transferan dan video yang dijadikan Lingkaran RSILNJSMH untuk menekan bahkan mengancam Walikota Pematangsiantar.





