Taput – Atas lolosnya empat kali pengiriman sabu di Bandara Silangit, Kepolisian tentu harus serius mengungkap siapa dalang meloloskan barang haram tersebu, dan harus memeriksa para petugas yang berkerja pada waktu pengiriman sesuai pengakuan tersangka setelah diperiksa oleh pihak Polres Tapanuli Utara pada tanggal 19 Maret 2026. Serta memburu jaringan peredaran narkotika yang melarikan diri pada tanggal 13 Maret 2026.
Sesuai dengan pengakuan tersangka AAB, kurir sabu tertanggal 19 Maret 2026, bahwa telah melukan pengiriman sabu sebanyak 5 kali diantarnya bulan September 2025 dari Bandara Silangit menuju Soeta Jakarta dengan membawa 2 Kg sabu, ulan Nopember 2025 dari Silangit menuju Seota Jakarta dengan membawa 1,7 Kg sabu, tanggal 27 Desember 2025 dari Silangit menuju Soeta Jakarta dengan membawa 1 Kg sabu, bulan Januari 2026 dari Silangit menuju Soeta Jakarta dengan membawa 2 Kg sabu. Kemudian pada hari Jumat 13 Maret 2026 adalah ke 5 kalinya pelaku membawa sabu 2 Kg dan dilakukan penangkapan di Bandara Silangit.
Menanggapi hal itu Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes. Pol. Ferry Walintukan kepada reporter Triad Media Grup mengatakan “Pihak Polda Sumatera Utara sedang mendalami atas kejadian ini”.
Lolosnya pengiriman sabu dari Bandara Silangit, sejumlah warga Siborongborong mengatakan “Pantasnya harus diberikan sangsi kepada petugas bandara yang jaga pada saat lolosnya pengiriman, atau penghargaan saja diberikan termasuk kepada Kepala Bandara”, Kamis (26/3/2026).
“Kita menduga kuat, bahwa ada oknum petugas Bandara yang bekerja sama dengan jaringan pengedar narkotika, dan ini masih satu tersangka yang ditangkap, bagaimana pelaku pada 13 Maret 2026 yang melarikan diri itu tertangkap, berapa kali juga dia lolos membawa sabu” tanya warga.
“Untuk itu kami warga, pihak Polda Sumatera Utara harus bekerja keras dan serius mengungkap ini. Dalam peristiwa ini, kita juga memberi apresiasi kepada pihak Polres atas kinerjanya menggagalkan pengiriman barang haram tersebut, dan juga penangkapan atas pengedar pil ekstasi baru baru ini” tutup warga.





