Setiap Dikonfirmasi Terkait Dumas, Kacabjari Siborongborong Selalu Berkelit “Kekantor Saja”

Siborongborong – Sejumlah laporan masyarakat (dumas) terkait dugaan tindak pidana korupsi yang dilayangkan ke Kejaksaan Negeri Tarutung Cabang Siborongborong menuai tanda tanya besar. Pasalnya, hingga kini, berbagai laporan tersebut terkesan hilang tanpa jelas hasil penanganan, Selasa (31/3/2026).

Sorotan publik terhadap kinerja Kejaksaan Cabang Siborongborong pun semakin menguat. Informasi yang dihimpun menyebutkan, banyak laporan dugaan korupsi telah masuk dan bahkan sejumlah pihak telah dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun demikian, hasil dari pemanggilan tersebut tidak pernah disampaikan secara terbuka kepada publik, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai transparansi penanganan perkara.

Bacaan Lainnya

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Siborongborong, Raskita Jhon Fresco Surbakti baik melalui Staf Intel Cabjari, Yoga saat dikonfirmasi awak media. Kenapa selalu ada jawaban terkait penanganan suatu kasus yang ditangani oleh pihak Cabjari Siborongborong dengan jawaban “ke kantor saja”, mengatakan “Sore bang terkait itu memang sudah sesuai SOP bang di kantor kita ada pos pelayanan hukum, pos penerima laporan pengaduan, pos menerima tamu dll jdi masing masing ada tupoksinya terkait mengikuti alur prosesnya lebih elok interaksi langsung bukan dari WA terlebih ini WA pribadi gitu kira kira bangda”.

Saat ditanya kembali, memang beda SOP di Kejari Tapanuli Utara dengan di Cabjari Siborongborong, sampai berita ini terbit, Yoga tidak memberi jawaban lagi.

Laporan dugaan korupsi tersebut telah berjalan selama kurang lebih lima bulan tanpa kejelasan perkembangan. Ironisnya, beberapa kali wartawan Triad Media Grup mendatangi kantor Kacabjari Siborongborong sesuai arahan, namun tetap tidak memperoleh jawaban yang jelas terkait tindak lanjut laporan dimaksud.

Situasi ini memunculkan anggapan di kalangan media bahwa sikap tersebut terkesan menghindari klarifikasi. Bahkan kerap mengatakan ”Ke kantor saja” dan ini sepertinya spekulasi, di tengah publik mulai berkembang, terlebih setelah muncul pemberitaan di salah satu media terkait dugaan adanya aliran dana dalam penanganan proyek revitalisasi di Tapanuli Utara.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang transparan dari pihak Kejaksaan terkait perkembangan penanganan sejumlah laporan dugaan korupsi tersebut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *