MBG Abaikan Sekolah Terpencil, Tanggungjawab Pemkab Taput Dipertanyakan

Taput – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program pemerintah pusat kini menuai sorotan dari masyarakat. Meski telah berjalan selama beberapa bulan, implementasinya dinilai belum merata, khususnya di wilayah wilayah terpencil.

Sejumlah sekolah di daerah pedalaman hingga saat ini belum menikmati program tersebut. Di Desa Pohan Jae, Dusun Purba Sinomba, misalnya, sekolah tingkat SD hingga SMP dilaporkan belum tersentuh MBG. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa desa lain seperti Kecamatan Garoga, Desa Gonting Salak, Lotung Jae, Sibalanga serta sejumlah desa lainnya.

“Akibat belum terealisasinya program tersebut, para orang tua siswa terpaksa mengambil inisiatif sendiri dengan menyiapkan bekal dari rumah sebagai pengganti MBG bagi anak anak mereka” ujar orang tua siswa di Purba Sinomba.

“Situasi ini memunculkan pertanyaan ditengah masyarakat, apakah program MBG tidak menjangkau sekolah sekolah di wilayah terpencil, atau cuman hanya untuk Sekolah yang terdekat diperkotaan ?” ucap sejumlah orangtua siswa.

Sebagian orang tua bahkan mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan, pemberian bantuan dalam bentuk uang kepada siswa di daerah yang belum menerima MBG, sebagai solusi sementara agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi.

Sebelumnya, Bupati Tapanuli Utara, JTP. Hutabarat saat dikonfirmasi media mengakui bahwa masih banyak sekolah yang belum tersentuh program tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah tengah berupaya mengoptimalkan penyaluran MBG hingga ke sekolah-sekolah terluar.

Namun, hingga Rabu (22/4/2026), saat reporter Triad Media Grup kembali mencoba mengonfirmasi perkembangan terbaru melalui pesan whatsApp, belum ada tanggapan dari Bupati terkait belum meratanya pelaksanaan program MBG dilapangan.

Menanggapi hal ini, Martua Hutasoit selaku Pemerhati Pembangunan di Kabupaten Tapanuli Utara mengatakan “Tugas Bupati dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat krusial sebagai ujung tombak pelaksana di daerah, bertindak sebagai conductor dan arranger untuk memastikan program berjalan sukses, tepat sasaran, dan higienis”.

“Tugas Bupati dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat krusial sebagai ujung tombak pelaksana di daerah, bertindak sebagai conductor dan arranger untuk memastikan program berjalan sukses, tepat sasaran, dan higienis” ucapnya.

Melalui pengawasan dan monitoring serta memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai standar, mulai dari penyediaan bahan baku hingga distribusi makanan ke anak sekolah tentu harus diketahui oleh Bupati. sebut Martua Hutasoit.

Juga Bupati tentu harus memimpin rapat koordinasi (rakor) percepatan pelaksanaan MBG dan membentuk satuan tugas (satgas) MBG di tingkat kabupaten “Nah, ini ada tidak dilaksanakan.Dan bahkan kenapa sampai ada persoalan antara Suplayer dengan pihak Koperasi,dan bahkan sampai terjadi tuding menuding dan lapor melapor kepada pihak Aparat Penegak Hukum (APH) ?”.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *