Siborongborong Rawan Pencurian, Demi Beli Narkotika Batu Padas pun Diangkat

Taput – Hubungan antara penggunaan narkotika dan munculnya tindakan kriminal baru seperti pencurian sangatlah erat. Ketika seseorang mengalami ketergantungan (adiksi), dorongan biologis dan psikologis untuk mendapatkan obat tersebut menjadi prioritas utama, sering kali mengalahkan akal sehat dan nilai nilai moral, Selasa (20/10/2026).

Faktor penggunaan narkotika sangat erat kaitannya dengan munculnya tindak kriminal baru seperti pencurian, karena ketergantungan zat adiktif memaksa penggunanya untuk mendapatkan uang secara cepat demi memenuhi kebutuhan dosis mereka. Ketika keuangan pribadi sudah habis, mencuri sering kali menjadi jalan pintas yang mereka ambil.

Bagaimana tindakan pihak Polres Tapanuli Utara mengantisipasi masalah ini, dimana khususnya di Kecamatan Siborongborong sangat rawan. Bahkan pencurian sesama keluarga juga sering terjadi.

“Kita akan melakukan pengawasan atas adanya laporan masyarakat atas tindak pidana, termasuk pencurian. Dan kita akan melihat bagaimana latar belakang pihak terduga atau terkait atas dugaan kriminal yang terjadi, termasuk tindak pidana pencurian” ucap Kapolres Tapanuli Utara AKBP. Ferry Mulyana Sunarya melalui Kasi Humas Polres Tapanuli Utara, AIPTU. Walpon Baringbing.

Sesuai program Kapolri Jend. Pol. Suyudi Ario Seto menyampaikan Polisi harus ada di tengah tengah masyarakat. Polisi hadir untuk mencegah gangguan keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta memberikan pertolongan cepat saat terjadi kecelakaan atau kejahatan.

“Untuk dugaan pencurian batu yang terjadi di Siborongborong oleh keluarga yang dirugikan, silahkan untuk membuat laporan,dan kita dari Polres akan siap mengawal bagaimana perkembangan hasil Laporan masyarakat” ucap Walpon.

Pihak masyarakat yang akan membuat laporan mengharapkan agar kiranya Polisi akan tanggap atas pengaduan masyarakat, termasuk dikepemimpinan Kapolri saat ini.

“Kita sangat mengharapkan perhatian Kepolisian atas Laporan Masyarakat terkait masalah kasus, termasuk laporan saya ini. Sebab orangtua saya sudah melaporkan kasus pencurian sebelumnya, namun yang terproses sampai vonis hanya dua dari empat yang terlapor” harap Cermat Silaban.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *