Manaor Silalahi – CV. Tuasi Laksankan Proyek Tambal Sulam Parit

Siantar – Proyek parit pasangan dijalan karsim sebelah kiri sepanjang ± 50 meter hanya tambal sulam, dengan mengopek plesteran lama pada dinding parit kemudian pemborong memplester balik.

Anehnya, Manaor Silalahi mengaku pengawas proyek dari BPBD Pematangsiantar jauh hari sebelumnya mengatakan proyek tersebut milik Noel. Sisi lain Kepala BPBD Pematangsiantar, Dedy Idris Harahap sebelumnya mejelaskan bahwa kegiatan proyek yang dkerjakan Cv. Tuasi dengan tidak mencantumkan pagu anggaran dimana sumber anggaran dari dana tak terduga akan dibayarkan sesuai hasil pekerjaan.

Namun, Dedy mengakui taksasi anggaran proyek penanganan bencana tanah longsor dijalan Karsim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba dengan nomor kontrak: 03- SPMK/ TT/ 12/ BPBD/ VI/ 2026 hanya berkisar tidak lebih dari Rp. 200.000.000.

Menyikapi hal tersebut, Ketum LSM Forum13 Indonesia, Syamp S menyayangkan adanya unsur keterpaksaan penentuan titik lokasi proyek. Karena di areal tersebut tidak pernah terjadi bencana longsor tanah, Rabu (23/9/2026).

Begitu juga sistem pembayaran hasil kegiatan yang dibayarkan, akan menimbulkan mark up anggarab terjadi karena satu titik kegiatan pembaguna saluran parit baru hanya sepanjang ± 100 meter itupun bukan dijalan Karsim. Malah titik kegiatan dijalan Karsim hanya pelaksanaan bangunan baru sekitar 20 meter dan tambal sulam yang hanya mengganti plesteran sepanjang ± 50 meter.

Dilain titik lokasi, pembuatan plat beton selebar 2 meter dan panjang 4 meter di akses  penghubung jalan Karsim persis dilahan tanjakan Sipayung juga adanya pemanfaatan batu bekas dan sebagian besi tulangan bekas, itupun saat cor plat beton pemborong tidak gunakan mesin molen untuk mengaduk campuran tetapi manual dicampur dibahu jalan.

Dari volume pasangan parit baru, taksasi anggaran yang habis untuk pelaksanaan proyek kegiatan paling besar hanya sekitar Rp. 120.000.000 bilapun, sehingga sekalipun akan dilaporkan rekanan CV. TUASI kegiatan mencapai Rp. 200.000.000 rentan terjadi mark up.

Manaor Silalahi, kembali dikonfirmasi besar aggaran dan volume kegiatan, sampai berita ini terbit bungkam. Pesan konfirmasi hanya dibaca tanpa dijawab. Padahal sebelumnya dirinya dengan bangga mengatakan itu adalah proyek anggota Dewan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *