Miliki Lisensi Internasional, Erni Mesalina Hutauruk Malah Sebut Rio Simbolon Konsultan Palsu

Taput – Atasa terkait pernyataan Rio B Simbolon selaku konsultan Improvement QYSA yang diminta melakukan audit membuka tabir persoalan yang menyelimuti koperasi produsen muliti pihak tumbuh sejahtera bersama petani. Dari review yang dilakukan pihaknya, ditemukan proses transaksi dan pembelian barang dimasa kepengurusan ketua koperasi sebelumnya Erni Mesalina Hutauruk sangat tidak efektif.

“Rio B Simbolon itu adalah Konsultan Palsu dan tidak memiliki legal standing beliau itu. Dia itu adalah bagian kelistrikan. Dan beliau adalah pilihan dari Erikson Sianipar sebagai Konsultan” ucap Erni Mesalina Hutauruk selaku Ketua Koperasi Multi Pihak Tumbuh Sejahtera Petani kepada reporter Triad Media Grup melalui selulernya dan bahkan whatsapp, Jumat (24/42026).

Bacaan Lainnya

Saat ditanya Erni Mesalina Hutauruk siapa sebenarnya konsultan asli atas masalah ini mengatakan ”Kementerian Koperasi dan BGN melalui selulernya, sambil mengatakan nga ada melalui whatsappnya”.

Sementara Erikson Sianipar saat dikonfirmasi terkait atas dikatakannya Rio B Simbolon sebagai konsultan palsu ”Rio itu konsultan punya lisensi internasional, sementara Kementerian itu urus teknis pemerintahan”.

Dan ini atas pernyataan Kuasa hukum Ketua Ad Interim Koperasi Produsen Muliti pihak tumbuh sejahtera bersama petani, Melva Tambunan sebelumnya sekalian menegaskan hutang yang akan dibayarkan ke supplier totalnya sudah terkunci tertanggal 18 April 2026.

Total hutang tersebut didapatkan setelah melalui tahapan audit cukup panjang oleh konsultan Improvement QYSA.

”Total hutang Koperasi ke supplier dimasa Ketua lama Erni Mesalina Hutauruk yang final dan sudah kita kunci berada diangka Rp. 2.902.196.561 dan telah disepakati kepada 40 supplier” ujar Melva, Kamis (23/4/2026).

Angka tersebut papar Melva bukanlah dikarang ataupun dibuat buat akan tetapi melalui tahapan yakni mengumpulkan supplier baik undangan resmi, via whatsapp sejak tanggal 27 Maret – 18 April 2026.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *