Penyertaan Modal dan Kegiatan BumDes Dana Desa Motung Tahun 2024 – 2025 Perlu Dipertanyakan

Ajibata – Pengelolaan Dana Desa untuk Badan Usaha Milik Desa (BumDes) sering menghadapi banyak masalah, yang umumnya disebabkan oleh kelemahan manajemen, keterbatasan sumber daya manusia, serta kurangnya transparansi pelaporan keuangan. Dana penyertaan modal kadang dipinjam atau disalahgunakan oleh oknum Aparatur Desa. Akankah hal ini dapat terjadi di semua Desa di Kecamatan Ajibata pada khususnya di Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba, Rabu (29/7/2026).

Bahkan disebut, penyertaan modal untuk pengembangan objek wisata alam seperti Bukit Senyum Motung (Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba) umumnya bersumber dari dana desa/ BumDes, kerja sama swasta, atau anggaran Pemerintah Daerah. Pengelolaan modal ini ditujukan untuk peningkatan fasilitas dasar wisata.

Juga Dana Desa dan BumDes digunakan untuk memperkuat unit usaha milik desa dalam merevitalisasi kawasan wisata dan amenitas. Juga melibatkan pihak ketiga atau investor swasta untuk pembangunan fasilitas komersial seperti area camping ground, kafe, atau titik foto.

Namun hal itu disangkal atau dibantah oleh Kepala Desa Motung, Monang Hidayan Siadari saat komunikasi melalui seluler whatsapp terkait berapa besaran anggaran penyertaan modal dari Dana Desa untuk wisata bukit senyum.

”Pihak pengusaha wisata bukit senyum tidak mau menerima penyertaan modal dari Dana Desa, mereka ingin berdiri sendiri” ujar Kepala Desa.

Saat ditanya kembali, berapa anggaran ketahanan pangan dialokasikan dari Dana Desa Tahun Anggaran 2024 – 2025, jawabnya “Tahun 2024 pengadaan bibit jagung Rp. 105.000.000, Tahun 2025 penyertaan Modal ke BumDesma Partopi Tao Rp. 85.698.000 dan Tahun 2026 penyertaan modal ke BumDesma Partopi Tao Rp. 2.000.000“.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Tumpal Panjaitan belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi terkait, apakah ada kontribusi wisata bukit senyum kepada pihak Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Dan apakah ada penyertaan modal dari Dinas Pariwisata kepada pengusaha wisata bukit senyum.

Demikian juga Mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Toba, Rusti Hutapea saat dikonfirmasi dengan hal yang sama, pemberian kontribusi dari wisata bukit senyum kepada Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan apakah ada penyertaan modal dari Dinas Pariwisata kepada pengusaha wisata bukit senyum. Sampai berita dimuat belum memberikan jawaban.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *