Humbahas – Suasana diruang Pendopo Kantor Bupati Humbang Hasundutan mendadak tegang ketika Bupati Oloan Nababan memberikan teguran keras atau bak membentak dengan intonasi suara tinggi kepada Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Badan Kesbangpol serta tim Protokoler.
Insiden tersebut terjadi ditengah rangkaian acara Pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) dalam rangka Peringatan HUT Ke- 81 Republik Indonesia.
Ketegangan mencuat dan menarik perhatian khalayak persis saat Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Junita Rebeka Marbun memasuki ruangan. Agenda tersebut juga dihadiri oleh unsur Forkopimda serta para orang tua anggota Paskibra.
Dalam arahannya, Oloan menyoroti kedisiplinan dan kesiapan jajaran Birokrasi, terutama mengenai pemeliharaan atribut dan simbol simbol negara diarea publik.
Bupati menyampaikan kekecewaannya secara langsung dihadapan para undangan terkait pengelolaan fasilitas dan atribut kenegaraan yang dinilai kurang mendapat perhatian serius.
“Menjaga Tali Bendera Merah Putih itu tugas penting. Kalau tidak dijaga, akan dicopot..!” tegas Oloan dengan nada tinggi.
Pernyataan tegas tersebut langsung memicu beragam reaksi dari para tamu dan warga yang hadir dilokasi.
Sebagian kalangan menyayangkan penyampaian teguran diruang publik, sementara sebagian lainnya menilai hal tersebut sebagai bentuk berlebihan (sipanggaron.red) seorang pimpinan terhadap jajaran bawahannya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Humbang Hasundutan maupun Sekda belum memberikan keterangan resmi balasan terkait insiden teguran terbuka tersebut.
Bupati Oloan saat dikonfirmasi terkait memberikan teguran keras berintonasi tinggi kepada Sekretaris Daerah (Sekda), Kepala Badan Kesbangpol, serta tim Protokoler pada hari Jumat,m (14/8) menjawab “Wk wk wk wk. Kami sangat kondusif dan tenang, Itu semua rekayasa dari lawan politik. Sekda itu pilihan saya dan terbaik OPD saya ini sangat sangat bagus. Photo kami di rekayasa. Kami purna TNI tindak pernah jahat kepada siapapun”.
Sekretaris Daerah Kabupaten Humbang Hasundutan, Chiristison Rudianto Marbun saat ditanya alasan Bupati memberikan teguran keras mengatakan “Tidak ada itu, tujuannya agar lebih telaten, jangan seperti terjadi di daerah lain”.





